![]() |
| Membacakan Puisi Kebangsaan di Universiti Utara Malaysia |
Negaraku, Indonesia. Di salah satu bagian dirimu, aku
lahir. Di Pulau Sumatera, Kota Bukittinggi. Selama belasan tahun aku tinggal di
Indonesia, lalu memilih melanjutkan kuliah ke negeri Jiran. Besar rasa
penasaran kenapa negara tersebut sempat berguru pada kita. Beberapa tahun
disana, bergaul dengan orang yang bukan hanya dari Malaysia namun juga dari
negara lain. Kulihat karakter dan budayanya, jelas kurasakan perbedaannya
dengan budaya Indonesia. Semakin lama semakin terlihat, apa yang selama ini
tidak aku lihat karena terfokus pada kekuranganmu, semakin bisa kukenali
kelebihanmu. Dan kutemukan diriku sangat bersyukur menjadi orang Indonesia.
Indonesia,
disini toleransi dirayakan. Di negara kita kemajemukannya sangat tinggi.
Ratusan jumlah etnik dan bahasa, ribuan budaya. Di negara kita, Candi Borobudur
yang merupakan warisan Umat Budha, lalu Candi Hindu bernama Prambanan, masih
terawat, masih ada di tengah - tengah pulau Jawa dan dilindungi oleh negara
bermayoritas Muslim. Lalu masih lestarinya Wayang kulit dan dongeng Ramayana di
negara ini, mencerminkan toleransi yang besar dari masyarakatnya. Tak kalah
menarik juga, banyak gereja dan masjid yang posisinya bersebelahan. Dari sejak
kecil, saya berteman dengan orang Non-Muslim, orang berbeda daerah, namun saya
bisa bersahabat dengan mereka karena kemajemukan Indonesia mengajarkan saya
untuk memahami, bahwa perbedaan adalah anugerah. Berbeda – berbeda namun satu.
Keamanan terjaga di tengah perbedaan. Tidak semua negara bisa seperti ini.
Indonesia,
memang kita belum sebesar negara maju lainnya. Namun jangan menyerah. Negara kita
berbentuk kepulauan, luas, dengan keragaman suku dan budayanya yang banyak.
Tantangan yang kita hadapi dalam membesarkan Indonesia lebih sulit, tidak sama
dengan negara – negara maju lainnya. Tidak mudah membesarkan negara dengan
karakter seperti ini. Berbeda dengan Amerika, negara – negara Eropa lainnya
yang kawasannya berbentuk daratan.
Sekarang perkembangan Ekonomi negara kita nomor 16 dunia. Kita
diprediksi bisa menjadi nomor 4 didunia tahun 2050. Maka dari itu, progress
yang kita ciptakan hingga bisa menjadi seperti sekarang ini sudah luar biasa.
Indonesia,
setelah 56 tahun kita kembali menjadi tuan rumah ASIAN GAMES, dan saya percaya
ini bukanlah kebetulan. Ini adalah momentum tepat untuk memperkenalkan karakter
dan keunikan bangsa – bangsa kita. Bahwa
Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman dan kuat akan persatuannya.
Kita bisa perkenalkan rendang dan nasi goreng, yang menjadi makanan terlezat
didunia versi CNN mengalahkan puluh ribuan jenis makanan di dunia. Kita bisa
perkenalkan keindahan alam Indonesia, yang pada World Halal Tourism Award
(WHTA) tahun 2016 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, menyabet 12 dari 16 awards.
Penghargaan adalah pengakuan dunia, bahwa wisata Indonesia termasuk yang
terdepan terutama untuk yang muslim. Sebuah kecantikan alam karunia dari Tuhan,
dianugerahi pada negara Indonesia. Negara kita terlalu cantik, hingga
penjajajah mahu bertahan ratusan tahun.
Indonesia,
saya hanya seorang rakyat biasa. Belum banyak yang bisa kuberikan sebagai
kontribusi yang lebih besar. Namun
kutempa diriku saat ini. Kupersiapkan diriku sebaik – baiknya. Ilmu di negeri
China pun akan kukejar. Guru di Eropa pun akan kutemui. Agar diriku tidak
menjadi masalah untukmu bangsa, namun menjadi sebuah solusi di masa depan.
Sebab ke rumah jualah aku kembali. Dan kepada bangsa ku mengabdi. Sebagai rasa
syukurku menjadi orang Indonesia
Indonesia,
berat perjuangan kita dari dulu. Beratus tahun kita dijajah, mengorbankan putra
– putri terbaik bangsa, akhirnya bisa jua kita meraih kemerdekaan. Dan untuk
abad ini, berjuta masalah kita, pastinya di masa depan kita akan besar juga!
Semangat untuk berjuang ini adalah karakter bangsa. Maka doaku di ASIAN GAMES
2018 nanti, berjayalah Indonesia!

Terkadang sebagai pemuda kita sendiri yang membuat Indonesia turun kualitas dan meragukan kehebatan Indonesia. Tulisannya sangat menyemangati untuk terus berbuat kebaikan walaupun sekecil apapun buat Indonesia, kak!
ReplyDeleteTerimakasih sudah banyak memberi info menarik seperti rendang dan nasi goreng yang bisa mengalahkan makanan negara lain. Keep inspiring, kak Jo!
Indonesia, jangan menyerah.