Kita ini hanyalah sebuah stopwatch waktu yang dihitung mundur.
Tiap detik, menit dan jam kita lalui dengan campuran sedih dan bahagia.
Sebagian waktu sudah lewat dan tak akan kembali.
Dan jika waktu dalam stopwatch sudah berhenti.
Kita juga akan berhenti, dan tak ada lagi.
Kita menyangka bahwa kita akan hidup besok hari.
Kita menyangka usia akan selalu panjang.
Tapi sebenarnya, kita lupa bahwa sebagian umur kita sudah tidak ada.
Kita menyangka usia akan selalu panjang.
Tapi sebenarnya, kita lupa bahwa sebagian umur kita sudah tidak ada.
Semestinya kita ingat
Waktu yang ada digunakan untuk menjadi manusia yang baru.
Semestinya kita ingat.
Bahwa saat ini kita sedang melakukan sebuah perjalanan.
Waktu yang ada digunakan untuk menjadi manusia yang baru.
Semestinya kita ingat.
Bahwa saat ini kita sedang melakukan sebuah perjalanan.
Perjalanan untuk memahami bahwa dunia hanyalah tempat singgah.
Setelah itu tak ada lagi kecuali dua pilihan, Indahnya surga atau pedihnya neraka.
Layaknya kita berpikir, sudah sebaik apa kita mengahadapi hidup.
Merespon perubahan-perubahan dalam hidup.
Melihat kembali keadaan diri dengan usia yang pada hakikatnya semakin berkurang.
Mengevaluasi untuk kemudian merevisinya ke arah yang lebih baik.
Dan dalam merevisi, dibutuhkan kesadaran yang mendalam.
Setelah itu tak ada lagi kecuali dua pilihan, Indahnya surga atau pedihnya neraka.
Layaknya kita berpikir, sudah sebaik apa kita mengahadapi hidup.
Merespon perubahan-perubahan dalam hidup.
Melihat kembali keadaan diri dengan usia yang pada hakikatnya semakin berkurang.
Mengevaluasi untuk kemudian merevisinya ke arah yang lebih baik.
Dan dalam merevisi, dibutuhkan kesadaran yang mendalam.
Kesadaran bahwa semua akan berakhir dan akan berbalas.
Kesadaran, bahwa kita hanya akan mengetam apa yang kita tanam hari ini.
Kesadaran, bahwa kita sedang berpacu dengan waktu.
Kesadaran, bahwa kita hanya akan mengetam apa yang kita tanam hari ini.
Kesadaran, bahwa kita sedang berpacu dengan waktu.
Kesadaran, bahwa kematian lebih cepat datangnya dari semua angan-angan yang kita miliki.
Seharusnya kita sadar bahwa kita terlahir untuk mengabdi kepada Allah.
Ya Allah, Ya Rahman, bimbinglah selalu jalan kami. Arahkanlah pikiran kami, sentuhlah hati kami. Agar kami semua bisa menjadi hamba yang Engkau ridhoi seutuhnya.
Sebab seonggok daging yang bernama manusia,
Tercipta untuk sebuah tugas mulia yaitu menjadi Hamba Allah.
Tercipta untuk sebuah tugas mulia yaitu menjadi Hamba Allah.
Sebagaimana dalam firman-Nya: “dan tidaklah aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepada-Ku" (QS: Adz Dzaariyat : 56).”Dan sembahlah Tuhanmu, sampai datang kepadamu sesuatu yang diyakini (maut). (QS; Al Hijr : 99).
Iya, menjadi seorang hamba dan bukan menjadi selainnya, hingga Allah mengakhiri semua cerita tentang kita.
Waktu senantiasa disibukkan oleh kebajikan dalam penghambaan yang tulus kepada Allah.
Waktu senantiasa disibukkan oleh kebajikan dalam penghambaan yang tulus kepada Allah.
Ya Allah, Ya Rahman, bimbinglah selalu jalan kami. Arahkanlah pikiran kami, sentuhlah hati kami. Agar kami semua bisa menjadi hamba yang Engkau ridhoi seutuhnya.
Muhasabah diri.
Sollu 'Alan Nabi.
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى مُحَمَّد وَآلِ مُحَمَّد
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى مُحَمَّد وَآلِ مُحَمَّد

amiin ya Rabbal alamiin....
ReplyDeletejazakillah buat penulis..awesome :)))
alhamdulillah, mpok uyin suka, hehhee :)
ReplyDeleteaamiin, mkasih apresiasinya, semoga bermanfaat :D