Sumber : http://blog-rye.blogspot.com/2012/12/cara-mencegah-copas-copy-paste-di-blog.html#ixzz2S3V6vvb4 Sumber : http://blog-rye.blogspot.com/2012/12/cara-mencegah-copas-copy-paste-di-blog.html#ixzz2S2YDq89M
Mari berbagi, menginspirasi, menjadi pribadi yang bermanfaat untuk diri sendiri mahupun untuk sesama manusia. Sebagai rasa syukur pada Tuhan semesta alam dan untuk bangsa tercinta, Indonesia.




Sunday, 5 May 2013

Kekuatan dari Tuhan.


“Sungguh Kami benar-benar akan menguji kamu sekalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjuang dan orang-orang yang sabar di antara kamu sekalian.” (QS. Muhammad:31)




Dalam merelungi hidup, manusia mempunyai sebuah bait bernama masalah. Selalu beriringan, berdekatan, seperti ikan remora dan hiu. Selesai satu masalah, datang masalah lain. Menguras emosi, mengukir lelah.

Diantara banyak manusia itu, ketika dia bertemu dengan masalah, dia menjadi bingung tak tahu arah. Tidak tahu akan bagaimana penyelesaiannya. Ada juga yang tega mengakhiri hidupnya sendiri.

Apa sedangkal itu pikiran seorang manusia yang sudah dikaruniai akal? Sekarang mari kita renungkan, siapa yang membuat masalah? siapa yang mengizinkan terjadinya sebuah masalah datang pada manusia? Jawabnya pasti, Tuhan.

“Sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kamu sekalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah:155)

Semua yang terjadi pada kehidupan, keburukan dan kebaikan, semua terjadi atas izin Tuhan. Hal-hal buruk, hal-hal yang terjadi di luar harapan, yang tidak sesuai dengan angan-angan kita sebagai seorang manusia, itu semua adalah kehendak Tuhan dan satu hal yang pasti, yang harus kita yakini, Tuhan mempunyai rencana luar biasa akan itu. Renungkan kembali, apakah Tuhan yang memiliki sifat Maha Pengasih lagi Maha Penyayang akan terus membiarkan ciptaanNya berada dalam kesusahan? Tidak mungkin. Manusia adalah ciptaan yang disayangi Tuhan. Sebuah ciptaan yang diciptakan dengan penuh kasih sayang tidak mungkin dibiarkan sengsara begitu saja. Biar banyak sekali diantara manusia yang mengakuhkan diri di depan Tuhan, Tuhan adalah dzat yang Maha Penerima Taubat. Maha Pengampun. Tuhan adalah Dzat yang paling mulia, yang mempunyai rasa kasih sayang melebihi yang lainnya. Dan perlu diingat, Tuhan adalah perancang skenario yang luar biasa. Tuhan mempunyai cara untuk menggembleng ciptaanNya, menjadi pribadi yang tangguh, yang luar biasa. Salah satunya adalah dengan memberikan masalah. Dan Tuhan sudah berjanji, tidak akan memberikan masalah yang melebihi kekuatan pundak ciptaannya. Tuhan Maha Adil.

Masalah hanyalah sebuah medium yang diciptakan oleh Tuhan, untuk menguji KEYAKINAN seorang manusia pada Rabb nya. Masalah diciptakan oleh Tuhan dan Tuhan mempunyai kunci penyelesaiannya. Tuhan akan berikan kunci itu itu di saat yang tepat. Apa nama kunci itu? Tidak lain adalah SABAR.

“Mohon pertolonganlah kamu sekalian dengan sabar dan mengerjakan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah:153)

Tuhan bersama orang-orang yang sabar. Inilah bentuk wujud kekuatan yang diberikan Tuhan pada manusia. Hanya atas izin Tuhan, seorang manusia mempunyai pundak yang kuat untuk menampung setiap cobaanNya. Hanya atas izin Tuhan, sebuah masalah akan tampak seperti butiran debu bagi seorang insan manusia. Maka dari itu, ketika masalah menghampiri, ketika lelah bermain di fisik dan hati, jangan pernah berfikir untuk mengakhiri kisah, sebab kita tak tahu hadiah apa yang disediakan Tuhan bagi yang mahu bertahan. Tetaplah tenang, Tuhan sedang memberikan kuncinya. Tuhan sedang mempersiapkan energi besar untuk hambaNya. Sholatlah, berdoalah, menunduk dan merendahlah pada Tuhan. Tuhan Maha Mendengar doa dan rintihan umatnya. Dan Tuhan akan malu sekali jikalau tidak menjawab doa umatnya. Bukankan Tuhan sendiri yang menyuruh untuk berdoa?

"Berdoalah kamu kepadaKu,niscaya kuperkenankan permintaan kamu itu" (AL-mu'min : 60).

Hanya saja, perlu diingat, kalau Tuhan akan membalas doa manusia dalam 3 bentuk. Pertama, Tuhan akan menjawabnya sesuai dengan permintaan, kedua Tuhan akan menundanya sampai waktu yang paling pas, dan ketiga Tuhan menggantinya dengan yang lebih baik, sesuai dengan yang dibutuhkan. Maka dari itu, ikhlaslah, berprasangka yang baik dengan Tuhan, Tuhan Maha Penyayang. Tuhan sudah berjanji, dan janji Tuhan itu pasti.

Jadilah pribadi yang sabar, “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahalanya tanpa batas.” (QS. Az Zumar:10)

Mari kita berusaha, tetap berjuang, karena hidup adalah sebuah lagu berjudul "Perjuangan", perjuangan tiada akhir, menyelesaikan dilema dan problematika hidup. Sampai Tuhan berkata "mari pulang".

Tetap semangat!


Thursday, 2 May 2013

Renungan Waktu.



Kita ini hanyalah sebuah stopwatch waktu yang dihitung mundur.
Tiap detik, menit dan jam kita lalui dengan campuran sedih dan bahagia.
Sebagian waktu sudah lewat dan tak akan kembali.
Dan jika waktu dalam stopwatch sudah berhenti.
Kita juga akan berhenti, dan tak ada lagi.

Kita menyangka bahwa kita akan hidup besok hari.
Kita menyangka usia akan selalu panjang.
Tapi sebenarnya, kita lupa bahwa sebagian umur kita sudah tidak ada.

Semestinya kita ingat
Waktu yang ada digunakan untuk menjadi manusia yang baru.
Semestinya kita ingat.
Bahwa saat ini kita sedang melakukan sebuah perjalanan.

Perjalanan untuk memahami bahwa dunia hanyalah tempat singgah.
Setelah itu tak ada lagi kecuali dua pilihan, Indahnya surga atau pedihnya neraka.
Layaknya kita berpikir, sudah sebaik apa kita mengahadapi hidup.
Merespon perubahan-perubahan dalam hidup.
Melihat kembali keadaan diri dengan usia yang pada hakikatnya semakin berkurang.
Mengevaluasi untuk kemudian merevisinya ke arah yang lebih baik.
Dan dalam merevisi, dibutuhkan kesadaran yang mendalam.

Kesadaran bahwa semua akan berakhir dan akan berbalas.
Kesadaran, bahwa kita hanya akan mengetam apa yang kita tanam hari ini.
Kesadaran, bahwa kita sedang berpacu dengan waktu.
Kesadaran, bahwa kematian lebih cepat datangnya dari semua angan-angan yang kita miliki.

Seharusnya kita sadar bahwa kita terlahir untuk mengabdi kepada Allah.
Sebab seonggok daging yang bernama manusia,
Tercipta untuk sebuah tugas mulia yaitu menjadi Hamba Allah.

Sebagaimana dalam firman-Nya: “dan tidaklah aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepada-Ku" (QS: Adz Dzaariyat : 56).”Dan sembahlah Tuhanmu, sampai datang kepadamu sesuatu yang diyakini (maut). (QS; Al Hijr : 99).

Iya, menjadi seorang hamba dan bukan menjadi selainnya, hingga Allah mengakhiri semua cerita tentang kita.
Waktu senantiasa disibukkan oleh kebajikan dalam penghambaan yang tulus kepada Allah.

Ya Allah, Ya Rahman, bimbinglah selalu jalan kami. Arahkanlah pikiran kami, sentuhlah hati kami. Agar kami semua bisa menjadi hamba yang Engkau ridhoi seutuhnya.

Muhasabah diri.

Sollu 'Alan Nabi.
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى مُحَمَّد وَآلِ مُحَمَّد

Semangat Perjuangan.



AYO, rekan-rekan seperjuangan, dengan jiwa yang berseri-seri, mari berjuang terus, jangan berhenti, tetaplah berjalan, biar kegagalan melanda bagai topan, bangkit kembali. Biar hancur lebur tak karuan, bangun kembali. 

Sampai bisa berdiri kokoh tidak goyah di muka bumi di bawah kolong langit ciptaan Tuhan ini. Nyalakan api mimpi, TEKADKAN dalam hati, untuk terus berlari sampai malaikat Izrail datang merobek nyawa dari badan ini, sampai Tuhan menyedot seluruh energi. Jangan berhenti, bangsa kita sedang menanti, jangan berhenti, sebab bagi siapa yang berhenti, dia akan dihantui oleh penyesalan.

 Jangan menyerah, tujuan hidup bukan saja untuk ambisi pribadi, tapi untuk senyuman manusia Indonesia di bumi. Senyuman untuk kejayaan selamanya. Sekali jaya, jaya lah selama-lamanya. Jayalah, jaya lah bangsaku. 







Wednesday, 1 May 2013

Dilema Kerinduan Cinta Tuhan.



Rindu segenggam cahaya
Dzat suci Sang Maha Esa
Kelembutan tangan nirwana
Percikkan cinta sempurna

Korneaku tak bernyawa
Simphoni kepala lantunkan nada
Terukir tanda tanya
Kemana aspal ini akan membawa


Terpancar pada kaca-kaca buana
Auman manusia tercambuk neraka

Basuh batin dengan sayatan luka
Sebagaimana kurasakan perihnya

Tuhan ciptakan nyawa dengan harga
Bermandi kasih sayang dan cinta
Berkumpul di satu samudera
Luluhkan kepala rambati sujud dengan cinta


Sintok, 020413

10 Tweet Inspirasi Terakhir Ustaz Jeffry Al Buchori.








1. "Pada akhirnya.. Semua akan menemukan yg namanya titik jenuh.. Dan pada saat itu.. Kembali adalah yg terbaik.. Kembali pada siapa..??? Kpd "DIA" pastinya.. Bismi_KA Allohumma ahya wa amuut.."
2. "Yang paling banyak aku sembunyikan adalah keburukanku.. Dan yang paling banyak aku tampakkan adalah kebaikanku.."
3. "Diri ini selalu ingin kelihatan baik di mata manusia yang lain.. Padahal begitu jelas keburukannya di mataMU.. Ampuni aku.. Ampuni aku.."
4. "Kenapa manusia nggak boleh berlama-lama menanam kebencian, dendam dan kemarahan, khawatir nggak ada umur, kemudian mati membawa itu semua, na'udzu billah"
5. "Kemarahan bisa membuat seseorang menjadi hina..
Hina dlm perbuatan..
Kemarahan bisa membuat seseorang menjadi buruk..
Buruk dlm sangkaan.."
6. "Gak ada satupun manusia yang gak pernah berbuat salah.. Lalu kenapa jadi sulit untuk memaafkan orang yang telah berbuat salah kepada dirinya.."
7. "Pada dasarnya manusia itu makhluk yang memiliki sifat lemah lembut&cerdas, hanya saja dalam perjalanannya nafsu yang tidak baik telah mengotorinya"
8. "Kebenaran itu mengajak bukan menginjak, merangkul bukan memukul, memeluk bukan menekuk, munculkan harapan bukan mupuskan harapan, tidak merasa lebih baik"
9. "Berhati-hatilah kpd orang dengki, apapun akan menjadi salah di hadapannya, orang dengki tidak pernah menyadari kedengkiannya, kecuali ada hidayah"
10. "Memberi maaf tidak harus menunggu yang salah meminta maaf.. itulah kemuliaannya.."


Memang, dunia hanya sementara, jembatan menuju akhirat, arena perjuangan menjadi pribadi yang diridhoi Allah. Banyak yang tertipu akan usia muda, padahal syarat mati tidak harus tua. Banyak yang terpedaya dengan badan sehat,padahal syarat mati tidak harus sakit. Teruslah berbuat baik, berkata baik, memberi nasehat yang baik, mengajak sesama untuk selalu mengingat Allah, walau tak banyak orang mengenalmu, walau banyak yang akan menghinamu, namun Allah selalu ada untukmu. Jadilah seperti jantung yang tidak terlihat, tapi terus berdenyut setiap saat, hingga membuat kita terus hidup Sampai diberhentikan oleh-NYA. Mari semua terus berusaha, tetap berbuat baik kepada Allah dan makhlukNya, berjuang melawan bisikan setan-setan yang melemahkan iman, karena kita semua sama, makhluk hidup yang juga nantinya berakhir dengan kematian, dan itu sudah menjadi janji Allah, setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Astaghfirullahal'adzim, mari kita memohon ampun pada Allah SWT, selagi masih bisa bernafas di dunia. Sayang Allah mengalahkan murkaNya. Ampuni dosa-dosa kami Ya Rabb. Kami makhluk berlumur dosa, terpesona akan nikmat dunia. Engkau Maha Penyayang, bimbinglah kami Ya Allah, tuntunlah jalan kami Ya Allah. Muliakan lah kami, dan jadikanlah kami semua menjadi pribadi yang engkau cintai dan ridhoi seutuhnya. Aamiin.

Harapan di balik penciptaan Garuda.


Garuda Pancasila
Akulah pendukungmu
Patriot proklamasi
Setia berkorban untukmu

                                 GARUDA PANCASILA ( LAGU NASIONAL INDONESIA )







Semua orang Indonesia tahu apa lambang negara Indonesia. Apakah semua orang Indonesia tahu siapa penciptanya ? Pencipta lambang Garuda adalah Sultan Hamid II, yang terlahir dengan nama Syarif Abdul
Hamid Alkadrie.

Sultan Hamid II adalah putra sulung Sultan Pontianak; Sultan Syarif Muhammad Alkadrie. Lahir di
Pontianak tanggal 12 Juli 1913, berdarah Indonesia-Arab dan pernah dibesarkan di Inggris. Beliau mempunyai seorang istri seorang perempuan Belanda, dan kedua anak beliau tinggal di Belanda. Sultan Hamid II adalah Sultan ke 8 Pontianak ini juga adalah orang Indonesia pertama yang berpangkat tertinggi di dunia militer, yaitu Mayor Jendral. Beliau meninggal dunia pada 30 Maret 1978 di Jakarta dan dimakamkan
di pemakaman Keluarga Kesultanan Pontianak di Batulayang.

Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, beliau diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara. Beliau memilih lambang Garuda, karena mengacu kepada ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara. Setelah sepakat memilih rancangan, Ir. Soekarno, mengusulkan untuk mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan "Bhineka Tunggal Ika", Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih "gundul" dan tidak berjambul seperti bentuk sekarang ini. Presiden Soekarno menambahkan jambul karena kepala Garuda gundul dianggap terlalu mirip dengan Bald Eagle (Lambang Negara Amerika Serikat). Sampai sekarang, Lambang Negara yang ada disposisi Presiden Soekarno dan foto gambar lambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari 1950 masih tetap disimpan oleh Kraton Kadriyah Pontianak, tanah kelahiran Sultan Hamid II.
Lambang Garuda mencerminkan kebajikan, pengetahuan, kekuatan, keberanian, kesetiaan, dan disiplin. Sebagai kendaraan Wishnu, Garuda juga memiliki sifat Wishnu sebagai pemelihara dan penjaga tatanan alam semesta. Dikisahkan, Garuda tewas karena menolong ibunya dari bangsa Kardu ( Ular ) yang merupakan musuh bebuyutannya. Rasa sayang Garuda pada ibunya, adalah cerminan bahwa Cinta dan Sifat Rela berkorban lah yang diharapkan para petinggi bangsa terdahulu kepada rakyat Indonesia. Perlu berabad-abad untuk menyatukan Nusantara ini. Para pejuang terdahulu telah membayarnya dengan darah, nyawa, uang, harga diri, keringat, dan semangat mereka yang berapi-api. Sepatutnya kita jadikan sifat rela berkorban ini sebagai sesuatu yang menyenangkan dan suka cita bagi kita sendiri. Kita bisa berkorban dalam banyak perkara, mendahulukan kepentingan bersama, melakukan sesuatu bagi mereka, memberikan apa yang bisa kita punyai, dan masih banyak pengorbanan yang kita lakukan. Berkorban bukan hal yang mudah dilakukan. Tak banyak dari kita yang berani berkorban meskipun kesempatan dan kemampuannya ada. Kita sering terlalu berhitung saat mau berkorban. Karena itu, keberanian kita berkorban berhubungan dengan sikap dan nilai kehidupan kita sendiri.

Dan juga, perlu dilandasi dengan cinta akan nasionalisme, niscaya kita akan kembali berjaya seperti Sriwijaya ( abad ke 7 ), Majapahit ( abad ke 14 ), dan saatnya Indonesia ( abad 21 ). Inilah saat yang paling tepat untuk kebangkitan Indonesia. Kita perlu menanamkan sikap cinta nasionalisme yang tinggi untuk Indonesia yang makmur.




Nilai Sebuah Proses.







Semua makhluk di dunia memerlukan proses dalam mencapai pencapaian hidup. Ulat berproses menjadi kepompong sebelum menjadi kupu-kupu, padi harus berpanas-panasan sebelum bisa dimasak menjadi nasi, anak kecil yang sedang merangkak sekalipun harus jatuh bangun sebelum bisa berjalan. Memang tidak ada yang instan. Semua ada perjalanannya dan berliku-berliku. Maka dari itu, alangkah buruk sekali jika menilai orang lain hanya berdasarkan persepsi diri sendiri. Kita tidak pernah tahu, perjuangan seperti apa yang tengah dihadapinya. Apakah melawan nafsu dan ego diri sendiri? Apakah menentang orang lain dan lingkungan? Apakah mereka sedang menempuh cara-cara pahit dalam sukses? Atau bisa jadi sedang terlena menikmati bisikan-bisikan setan? Jangan sampai kita melupakan, kalau mereka juga berproses.

Hidup adalah perjalanan proses, dan dalam berproses, Tuhan berikan sebuah kekuatan bernama PILIHAN berdasarkan akal pikiran dan hati. Mau berproses dari yang buruk ke yang lebih baik, atau dari pribadi yang baik menjadi pribadi yang lebih buruk, semua tergantung pilihan yang telah dibuat. Manusia adalah sama, tidak ada perbedaan di mata Allah akan ragam bentuk manusia di muka bumi ini, yang membedakan hanyalah taqwa dan amal sholeh. Allah SWT berfirman:


 “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS [49] al-Hujurat: 13).

Kita manusia tidak pernah luput dari dosa dan khilaf. Dan itu sudah menjadi sesuatu hal yang sudah dimaklumkan Tuhan. Supaya manusia selalu mengingat Tuhan, supaya manusia tidak terlalu sombong berdiri di atas bumi ini. Banyak manusia yang ingin selalu merasa benar, memandang salah dan rendah orang lain. Ingat, hidup ini bagaikan roda. Masa depan adalah rahasia illahi. Mungkin saja di masa depan orang yang kita anggap rendah bisa menjadi pribadi yang lebiih sukses daripada kita. Mungkin saja orang yang biasa kita nilai negatif jauh lebih mulia di mata Tuhan ketimbang diri sendiri, berproses dari keburukan hingga kebaikan melumurinya. 1 amal ikhlas karena Allah jauh lebih mulia daripada ribuan amal karena pujian manusia. Sebelum menilai orang lain, mari berinstropeksi, memperbaiki diri sendiri. Tidak ada salahnya jika berkaca sebentar, sudah sejauh mana diri ini melangkah. 
Apakah hubungan kita sudah cukup baik dengan Tuhan dan manusia? Jika dirasa masih banyak kesalahan pada manusia dan Tuhan, bertaubatlah. Berdoalah pada Tuhan, agar Tuhan mau membimbing diri ini. Panah hidayah Tuhan, menancap pada orang yang dihendakiNya. Semoga kita termasuk orang yang diridhoiNya.