Sumber : http://blog-rye.blogspot.com/2012/12/cara-mencegah-copas-copy-paste-di-blog.html#ixzz2S3V6vvb4 Sumber : http://blog-rye.blogspot.com/2012/12/cara-mencegah-copas-copy-paste-di-blog.html#ixzz2S2YDq89M
Mari berbagi, menginspirasi, menjadi pribadi yang bermanfaat untuk diri sendiri mahupun untuk sesama manusia. Sebagai rasa syukur pada Tuhan semesta alam dan untuk bangsa tercinta, Indonesia.




Wednesday, 3 January 2018

Merantau, Balik Kampung dan Penggunaan Bahasa.

Jangan menganggap arrogant bila orang yang lama merantau sudah susah berbahasa ibu.
Faktor paling besar yang membentuk diri seseorang adalah lingkungan (budaya, orang2 sekitar) dan bentuk informasi yang diterima (dalam bahasa apa, serta topik informasinya).
Ada perubahan signifikan pada sistem berpikir dan alam bawah sadar seseorang jika sudah pernah tinggal di luar kampung halaman. Ini disebabkan faktor lingkungan tadi, kita adalah apa yang kita ulang - ulang.
Jadi, ketika berjumpa dengan sanak saudara yang kembali pulang setelah merantau, bahasa yang digunakan sudah berbeda, hal ini wajar sebenarnya.
Ini merupakan refleksi pengalaman pribadi. Dulu saya memandang aneh ketika mengganggap orang Minang yang lama di Jakarta sudah tidak bisa berbahasa Minang atau ngomongnya campur - campur. Semestinya buat biasa saja, meski sudah lama di luar semestinya bahasa ibu harus ingat. Namun setelah merasakan sendiri, ternyata ini tidak mudah.
Bahasa ibu tentu masih ingat, namun pengucapannya yang sedikit menantang. Ketika saya merasakan sendiri, saat sudah lama di Malaysia, menggunakan bahasa Melayu dan Inggris, ketika berbicara bahasa Indonesia bunyinya lebih mirip melayu. Lebih bagus menulis bahasa Indonesianya karena bisa berpikir saat menulis.
Bagi orang Indonesia yang tinggal di negara lain juga, bahasa Inggrisnya/bahasa negara tersebut mungkin lebih lancar dari bahasa Indonesia. Atau bahkan bule yang sudah lama di Indonesia, lebih sering berbahasa Indonesia ketimbang bahasa Inggris, Bahasa Indonesianya pasti lebih bagus. 
Dunia memang luas, lingkungan nya bermacam - macam. Pilihlah lingkungan (tempat merantau) yang membangun. Jadi ketika akan kembali, bisa menjadi kebanggaan orang kampung :)

: Hikmah saat lebaran di Jakarta. Baru kali ini lebaran besar komplit, semua yang dari perantauan pulang. Logatnya campur - campur. Haha


No comments:

Post a Comment