Sumber : http://blog-rye.blogspot.com/2012/12/cara-mencegah-copas-copy-paste-di-blog.html#ixzz2S3V6vvb4 Sumber : http://blog-rye.blogspot.com/2012/12/cara-mencegah-copas-copy-paste-di-blog.html#ixzz2S2YDq89M
Mari berbagi, menginspirasi, menjadi pribadi yang bermanfaat untuk diri sendiri mahupun untuk sesama manusia. Sebagai rasa syukur pada Tuhan semesta alam dan untuk bangsa tercinta, Indonesia.




Monday, 29 January 2018

Menilai orang bisa dengan menilai cara kerjanya. Karena cara seseorang melakukan sesuatu hal yang kecil, merefleksikan cara dia melakukan segala sesuatu hal dalam tiap aspek hidupnya. Oleh sebab itu ada nasehat mengatakan, mulailah dari hal kecil. Bila hal kecil terjalankan dengan baik, hal besar terasa lebih mudah untuk dijalankan. Sebab hal kecil sudah terselesaikan dengan benar.

Kompilasi cara mengerjakan hal - hal kecil, akan menjadi fondasi dan kebiasaan. Terbawa ketika mengerjakan hal - hal yang lebih besar.

Jadi bila mengerjakan sesuatu, kerjakan dengan baik dan serius. Baik hal - hal yang sedang dilakukan sekarang, mahupun yang akan direncanakan. Ibu saya pernah memberi nasehat, bila boss mengajak makan saat hari kerja pertama, itu tandanya boss hendak menilai kita. Bisa dibayangkan bila cara makan kita tidak benar? Ini baru salah satu contoh, dan ini contoh yang kecil, masih banyak contoh yang lain.

Perubahan diri menjadi yang lebih baik, dimulai dari mengubah kebiasaan (cara kerja) yang buruk menjadi lebih baik. Ubahlah cara kerja, lakukan dengan baik dan serius, kualitas hidup pun akan lebih baik.

Saturday, 27 January 2018

Tetaplah belajar, meski sibuk tetap alokasikan waktu untuk belajar. Setiap dari kita bertindak, mengerjakan sesuatu. Memiliki ilmu sebelum bertindak, atau bertindak tetap dibarengi dengan menambah ilmu pengetahuan bisa meminimalisir kesalahan, serta membuat hasil pekerjaan lebih memuaskan.

Bila sudah mengetahui sesuatu hal, tetaplah belajar. Sebabnya, dunia cepat berubah. Ilmu pengetahuan juga diperbarui. Learn, unlearn, relearn. Hindari sifat takabur.

Setiap perubahan bisa dihadapi bila mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut. Dan untuk beradaptasi dengan perubahan, seseorang perlu memprogram ulang mindset nya, dan semuanya melalui belajar.

Tetaplah belajar, ketahui apa yang harus diketahui di awal - awal kehidupan. Semoga Tuhan berikan ilmu yang bermanfaat. Guna menjawab ujian kehidupan.

Tuesday, 23 January 2018

Didalam waktu 24 jam yang diberikan Tuhan dalam satu hari, ada banyak hal yang harus dilakukan. Akan lebih bagus bila bisa melakukan semuanya, namun terkadang hidup tidak selalu memberikan kesempatan yang seperti itu.

Jika tidak mempunyai kesempatan tersebut, beranilah melepaskan hal - hal yang kecil. Lupakan hal - hal yang kecil yang mungkin penting namun bisa dilakukan suatu saat nanti. Berfokus dan lakukanlah hal - hal besar terlebih dahulu. Selamatkan hal yang sangat penting. Hal - hal yang besar dan penting tersebut, dampaknya pun lebih besar terhadap kehidupan pribadi.

Belajar menaklukkan tantangan sendari usia dini, dalam 5 tahun kedepan pundakmu akan semakin lebih kuat menjalani hidup.

Tuesday, 16 January 2018

Cara effektif untuk meraih kesuksesan, dimulai dengan mengatur jadwal harian. Apa yang dilakukan hari ini, adalah biji yang ditanam untuk masa depan.

Monday, 8 January 2018

Tetap berjuang! Bila jatuh, kita bisa bangkit lagi. Jatuh lagi, bangkit lagi. Bangkit lagi, lagi dan lagi. Kita bisa bangkit lagi. Selama masih hidup, kita bisa mengejar ketertinggalan.

Wednesday, 3 January 2018

Pertanyaan untuk Diaspora ketika lebaran:
''Nanti kerja di Indonesia atau diluar?
''iih tidak mahu balik Indonesia, tidak nasionalisme''.
''ngapain berkontribusi di negara luar? Aneh deh''.
Macam - macam prasangka/komentar orang. Sebenarnya tidak salah, namun banyak orang belum paham. Cara orang melihat sesuatu berbeda.
Bicara tentang nasionalisme dan kontribusi adalah memberikan dampak positive pada negara sendiri. Tidak usah pakai teori cintailah Indonesia, namun bicaralah dengan karya. Apa yang bisa diberikan untuk Indonesia dan masyarakatnya?
Kita tahu bila bicara dari konteks meraih impian, impian tiap orang tidaklah sama. Cara meraihnya juga berbeda. Ada yang perlu tinggal di Indonesia, ada yang harus di luar negeri. Sebagai contoh: Duta besar, perwakilan perusahaan lokal di negara luar dan lain - lain. Meski sudah di luar, masih tetap bisa berkontribusi kan?
Membangun Indonesia tidak harus dari Indonesia.
Masalah Indonesia ini banyak, termasuk cara berkontribusinya. Ada masalah pembangunan, birokrasi, ekonomi, politik dan lain - lain. Termasuk menjaga nama baik bangsa. Nama baik ini adalah apa yang orang pergunjingkan di belakang, bukan apa yang dicitrakan di social media. Disinilah peran Diaspora, orang yang tinggal di negara lain. Bisa menjadi ambassador yang membuat warga negara lain tetap ''bergunjing'' yang baik tentang Indonesia. Bila mereka menilai Indonesia itu indah, orangnya ramah. Tentu mereka akan berkunjung.
Lain dari itu, selain dari urusan pribadi dan alasan yang membuat terpaksa balik kampung, tentu tidaklah effektif bila kembali ke Indonesia namun kontribusinya tidaklah banyak. Yang lebih buruk sudah pernah berkarir di luar negeri, namun kembali ke Indonesia malah mendatangkan masalah.
Belajar dari kang Ridwan Kamil, umur 25 tahun merantau ke Amerika. Setelah merantau di beberapa negara, pada tahun 2002 kembali ke Indonesia. Mendirikan Urbane, perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa konsultan perencanaan, arsitektur dan desain. Setelah itu menjadi walikota, membangun Bandung. Berkat pengalaman international yang dimiliki beliau, lobi - lobi dana tidak hanya dari APBN. Namun juga bantuan dari negara lain. Yang tak kalah unik adalah dapat membangun Little Bandung di negara luar.
Merantau untuk kembali.
Bila memilih berkarir di luar negeri. Kembalilah nanti ketika sudah siap. Ketika sudah menjadi jawaban untuk permasalahan Indonesia. Biarlah lama sedikit, namun matang. Dan yang perlu diingat adalah pembatasan umur menjadi Diaspora. Ketika sudah mencapai umur tersebut, kembalilah guna membangun bangsa.
: Pemahaman nasionalisme itu terpulang pada diri sendiri. Tapi bila tak pulang - pulang, ini baru salah. Emak dan keluarga juga rindu di rumah hahaha

Merantau, Balik Kampung dan Penggunaan Bahasa.

Jangan menganggap arrogant bila orang yang lama merantau sudah susah berbahasa ibu.
Faktor paling besar yang membentuk diri seseorang adalah lingkungan (budaya, orang2 sekitar) dan bentuk informasi yang diterima (dalam bahasa apa, serta topik informasinya).
Ada perubahan signifikan pada sistem berpikir dan alam bawah sadar seseorang jika sudah pernah tinggal di luar kampung halaman. Ini disebabkan faktor lingkungan tadi, kita adalah apa yang kita ulang - ulang.
Jadi, ketika berjumpa dengan sanak saudara yang kembali pulang setelah merantau, bahasa yang digunakan sudah berbeda, hal ini wajar sebenarnya.
Ini merupakan refleksi pengalaman pribadi. Dulu saya memandang aneh ketika mengganggap orang Minang yang lama di Jakarta sudah tidak bisa berbahasa Minang atau ngomongnya campur - campur. Semestinya buat biasa saja, meski sudah lama di luar semestinya bahasa ibu harus ingat. Namun setelah merasakan sendiri, ternyata ini tidak mudah.
Bahasa ibu tentu masih ingat, namun pengucapannya yang sedikit menantang. Ketika saya merasakan sendiri, saat sudah lama di Malaysia, menggunakan bahasa Melayu dan Inggris, ketika berbicara bahasa Indonesia bunyinya lebih mirip melayu. Lebih bagus menulis bahasa Indonesianya karena bisa berpikir saat menulis.
Bagi orang Indonesia yang tinggal di negara lain juga, bahasa Inggrisnya/bahasa negara tersebut mungkin lebih lancar dari bahasa Indonesia. Atau bahkan bule yang sudah lama di Indonesia, lebih sering berbahasa Indonesia ketimbang bahasa Inggris, Bahasa Indonesianya pasti lebih bagus. 
Dunia memang luas, lingkungan nya bermacam - macam. Pilihlah lingkungan (tempat merantau) yang membangun. Jadi ketika akan kembali, bisa menjadi kebanggaan orang kampung :)

: Hikmah saat lebaran di Jakarta. Baru kali ini lebaran besar komplit, semua yang dari perantauan pulang. Logatnya campur - campur. Haha


Setelah tinggal sementara di beberapa negara orang, mencari tahu cara mereka maju, banding - banding SDA, SDM, keunikan budaya, akhirnya saya ambil 2 kesimpulan.
1. SDA dan SDM Indonesia sangat bagus. Ambil contoh hal kecil, bila mempelajari bahasa baru, orang Indonesia sudah punya pronunciation natural, dibanding negara lain seperti Jepang, Korea, negara2 Arab, Thailand dan lain - lain. 2 faktornya adalah penggunakan alphabet Latin dan juga karena terbiasa mempelajari 2 bahasa dari kecil. Ini baru satu contoh, jika merambah pada etika, kreativitas, etos kerja. Orang Indonesia itu luar biasa. Ini bukan hanya sekadar kesimpulan berdasar pengalaman tinggal di negara lain, namun ini saya ambil setelah bekerja dan memimpin orang - orang berbeda bangsa, bukan sekedar teori.
2. Namun negara lain yang SDA/SDM nya tidak sebagus Indonesia, menjadi cepat maju karena mereka FOKUS membangun, bukan tetap berselisih dengan saudara sendiri. Ketika pihak lain sudah sibuk membahas issue international, ironis rasanya kita sibuk berselisih paham dengan anak bangsa daerah lain, yang kemudian masalah itu menjadi viral, orang - orang banyak berpendapat, dan jadilah akhirnya masyarakat hanya berfokus/membicarakan pada MASALAH/AIB, bukan solusi.
Keresahan saya pribadi. Cepat sadarlah bangsaku!

Tuesday, 2 January 2018

Semua ada cara yang tepat. Bagaimana menjalankan bisnis, memimpin orang, bahkan cara untuk makan. Tetaplah belajar dan meningkatkan kapasitas diri. Mengamalkan hal yang tepat penting untuk hidup yang lebih baik.

Monday, 1 January 2018

Hidup, nikmati jika ada orang membenci. Itu adalah proses penerimaan energi. Namun tetap belajar mencintai semua orang, itu adalah proses ikhlas yang menguatkan. Memang tidak mudah, namun ini adalah yang dilakukan nabi Muhammad untuk bergaul dengan banyak orang.